Wednesday, October 13, 2021

REFLEKSI PERTEMUAN KE TIGA

 


 

 

Dalam buku Immanuel Kant, Critique Of Pure Reason, Ia mengkritik Descartes yang menganggap logika adalah sumber ilmu sedangkan Hume menganggap pengalaman adalah sumber ilmu. Pikiran atas adalah rasio (apriori), pikiran bawah adalah pengalaman (sintetik). Kant menyatakan bahwa ilmu diperoleh dengan apriori sintetik. Tesis bertemu dengan antithesis, sehingga memunculkan sintesis. Kemudian hasil sintesis ini pun menjadi tesis yang baru, kemudian bertemu lagi dengan anti tesisnya, sehingga memunculkan hasil sintesis yang baru lagi, demikian seterusnya.

Ketika manusia tidur, maka pikiran berhenti, dan itu tidak masalah. Karena kita harus memahami ruang dan waktu. Ada waktunya untuk berpikir dan ada pula waktunya untuk tidak berpikir, yaitu ketika tidur. Filsafat adalah batasan, sopan santun dalam berpikir. Oleh karena itu tidak boleh mengatakan bahwa agama adalah mitos. Kita harus paham ruang dan waktu. Filsafat itu letaknya di pikiran, sedangkan agama letaknya di hati. Jangan sekali-kali membiarkan hati kita ragu.

No comments:

Post a Comment

10. Antara Kuantitatif, Kualitatif, dan Filsafat: Dalam Evaluasi Pendidikan

Filsafat berada di atas kualitatif, sedangkan kualitatif berada di atas kuantitatif. Filsafat itu ditambah metafisik, dan sedikit menyentu...