Dalam
buku Immanuel Kant, Critique Of Pure
Reason, Ia mengkritik Descartes yang menganggap logika adalah sumber ilmu
sedangkan Hume menganggap pengalaman adalah sumber ilmu. Pikiran atas adalah rasio
(apriori), pikiran bawah adalah pengalaman (sintetik). Kant menyatakan bahwa
ilmu diperoleh dengan apriori sintetik. Tesis bertemu dengan antithesis,
sehingga memunculkan sintesis. Kemudian hasil sintesis ini pun menjadi tesis
yang baru, kemudian bertemu lagi dengan anti tesisnya, sehingga memunculkan
hasil sintesis yang baru lagi, demikian seterusnya.
Ketika
manusia tidur, maka pikiran berhenti, dan itu tidak masalah. Karena kita harus
memahami ruang dan waktu. Ada waktunya untuk berpikir dan ada pula waktunya
untuk tidak berpikir, yaitu ketika tidur. Filsafat adalah batasan, sopan santun
dalam berpikir. Oleh karena itu tidak boleh mengatakan bahwa agama adalah
mitos. Kita harus paham ruang dan waktu. Filsafat itu letaknya di pikiran,
sedangkan agama letaknya di hati. Jangan sekali-kali membiarkan hati kita ragu.
No comments:
Post a Comment