Wednesday, September 8, 2021

REFLEKSI PERTEMUAN 1

 REFLEKSI PERTEMUAN 1


         Filsafat adalah olah pikir. Jika pikiran kita senantiasa bertanya berarti pikiran kita hidup. Mengapa pikiran kita senantiasa bertanya? Apalagi terhadap hal baru yang mengguncang pikiran kita sebelumnya yang selama ini tenang. Hal ini karena kita tidak sempurna, kita bukanlah makhluk yang sempurna. Kita coba bayangkan menjadi makhluk yang sempurna, misalkan mata kita dapat melihat apapun yang ada di dunia tanpa adanya sekat, maka kita tidak akan mampu menerima semua itu. Kita coba banyangkan telinga kita dapat mendengar segala bunyi yang da di dunia, pastilah Kita tidak sanggup menerimanya. Oleh karena itu Kita perlu bersyukur dalam ketidaksempurnaan ini.

       Kita adalah makhluk sempurna di dalam ketidaksempurnaan Kita. Hal-hal di dalam otak yang tidak pernah dipikirkan lagi akan menjadi mitos. Sebagai contoh rumus Pythagoras. Jika tidak ada lagi orang yang berusaha mencari pembuktian baru tentang rumus tersebut, maka rumus tersebut akan menjadi mitos. Akan tetapi Kita bersykur bahwa masih banyak orang yang berusaha mencari pembuktian lain dari rumus Pythagoras, sehingga terdapat bagitu banyak pembuktian rumus tersebut, sehingga tidak menjadi mitos.

      Filsafat Penelitian dan Evaluasi Pendidikan merupakan salah satu cabang atau salah satu lorong dari filsafat itu sendiri, sehingga perlu memahami filsafat terlebih dahulu, dipahami dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu, kemudian mengalir dari intinya menuju ke filsafat yang ada di lorong-lorongnya. Dalam sejarah perkembangn filsafat, diawali dengan 2 kelompok yang bertentangan yaitu golongan penganut segala sesuatu bersifat tetap dan lawannya yaitu golongan penganut segala sesuatu yang bersifat berubah.

    Untuk dapat berfilsafat maka Kita harus mengenal tokoh-tokoh filsafat dunia. Tokoh penganut “ketetapan” adalah Permenides, sedangkan tokoh penganut “perubahan” adalah Heraclitos. Permenides menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat tetap, sedangkan Heraclitos menyatakan bahwa sega sesuatu di dunia ini bersifat berubah. Kemudian ada tokoh yang berada di tengah-tengah yaitu Imanuel Kant. Imanuel Kant menyatakan bahwa tidak semuanya di dunia ini bersifat tetap, dan tidak pula semua yang ada di dunia ini bersifat berubah. Artinya di dunia ini ada yang bersifat tetap dan ada pula yang bersifat berubah.

No comments:

Post a Comment

10. Antara Kuantitatif, Kualitatif, dan Filsafat: Dalam Evaluasi Pendidikan

Filsafat berada di atas kualitatif, sedangkan kualitatif berada di atas kuantitatif. Filsafat itu ditambah metafisik, dan sedikit menyentu...